Maka Allah Bersamamu _ wasihin coba ngeblog

Posted on 27 Desember 2011. Filed under: informasi, pengetahuan, tentang islam |

hphotos-ak-ash4/407817_165098483591818_156373507797649_188068_323746480_s.jpg Ini adalah salah satu
kisah hikmah yg ada
dalam buku “Maka
Allah Pelindung
Kita” karya Khalid
Abu Shalih
Seorang perempuan
yg sedang dirundung
duka mengisahkan
kekuatan hatinya
yang penuh tawakal
pada Allah dalam
menjalani kehidupan
berat di dunia ini.
Aku sedang menanti
kelahiran bayiku,
ketika tiba-tiba dunia
terasa sempit karena
suamiku dipenjara
secara zalim. Ketika
suamiku berada
dalam penjara, Allah
mengaruniaiku
dengan seorang anak
perempuan yang
cantik. Aku bersyukur
kepada-Nya.
Hari berlalu, aku dan
anakku yg masih kecil
tinggal di rumah kami
yg mungil. Tak ada
seorang pun yg sudi
bergaul dg kami,
seolah hukuman zalim
yg ditimpakan
suamiku turut
menimpa kami
sekeluarga. Sungguh
tepat sabda
Rasulullah saw.
“Dunia adalah
penjara bagi orang-
orang mukmin dan
surga bagi orang
kafir.” (H.R. Muslim)
Pada suatu malam,
anakku menderita
sakit keras. Dia
berteriak dan
menangis karena sakit
yg dideritanya. Aku
tak bisa berbuat apa-
apa, kecuali berdoa,
“Siapa yang aku
miliki selain Engkau
wahai Tuhanku,
kepada siapa aku
bertawakal selain
kepadaMu, dan selain
Engkau kepada siapa
aku dapat merasa
cukup?” Aku terus
memanjatkan doa dan
memohon kepada
Allah agar anakku
sembuh, karena aku
tdk memiliki apa2.
Tak ada harta, tak ada
dokter, tak ada obat.
Bahkan, selama ini
aku sering tidur dg
perut kosong. Aku
duduk di dekat
anakku. Kesedihan
dan deritaku menyatu
dg kelamnya malam
dan rintihan hati.
Mendung
menggelayuti
mataku, air mata
mulai menetes,
menjadi sungai di
relung pipiku.
Sampai menjelang
pukul dua tengah
malam yang gelap itu,
dengan hati yg
menjerit aku msh
terus berdoa kpd
Tuhanku.
“Tok..tok..tok!”
Tiba2 terdengar pintu
diketuk. Aku berlari ke
arah pintu dan
berseru, “Siapa?”
“Dokter,”
terdengar jawaban dr
luar.
Aku langsung
membuka pintu, aku
melihat seorang
dokter dg tasnya
berdiri di pintu.
“Assalamu’alaikum
dokter itu
mengucapkan salam.
“Mana anak yg
sakit?” tiba2 dia
bertanya.
Aku terkejut dg
pertanyaannya, dg
gugup aku jawab,
“Ada di dalam.”
Dokter masuk,
memeriksa anakku
dan menuliskan resep.
Setelah selesai dia
berdiri di pintu
rumah. “Ayo
cepat,” katanya
padaku.
“Apa yg kamu
inginkan, dok?”
tanyaku.
“Apa yg aku
inginkan? Aku ingin
bayaranku,”
jawabnya.
“Tapi demi Allah,
aku tidak punya apa-
apa,” jawabku.
Mendengar
jawabanku, dokter itu
berkata, “Tidak
malukah kamu, kamu
bangunkan aku dan
memaksaku pergi
tengah malam seperti
ini, dan sekarang
kamu bilang bahwa
kamu tidak punya
apa-apa untuk
membayarku?”
“Demi Allah, aku
tidak pernah
membangunkanmu,
aku juga tidak pernah
menghubungimu.
Tidak ada telepon di
rumahku,” aku
menyergah.
Dokter itu terkejut
dan berkata,
“Bukankan ini
rumah Fulan Bin
Fulan?”
“Bukan dok, rumah
orang itu di seberang
sana,” jawabku.
Air mata dokter itu
meleleh, ia berkata,
“Apa yang terjadi
padamu wahai
saudariku?”
Aku kemudian
menceritakan
padanya apa yg aku
alami.
Dokter itu pergi dg air
mata menggenangi
kedua matanya.
Kemudian dia
mengirimkan obat
dan makan malam
untukku dan
mengirimkan uang
bulanan untukku,
begitu seterusnya
sampai dg perkenan
Allah suamiku keluar
dr penjara.
Maha suci tuhan langit
dan bumi.
Maha suci Dia yg tak
pernah tidur.
Tuhanku,
beruntunglah orang
yg menyeruMu,
“Aku datang
kebaikan padanya dan
terkabul
permohonannya.
Tuhanku, Engkau
sudah bilang,
“Mintalah pada-Ku,
maka akan Aku
beri.”
Ini hambaMu
memohon padamu,
duhai Zat tempatku
bertawakkal (“Aniin
Al-Qulub” hal 20-23)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: